Senin, 13 Desember 2010

pendidikan ilmu lingkungan


PENDIDIKAN ILMU LINGKUNGAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Lingkungan berarti suatu tatanan ruang yang melingkupi makhluk hidup. Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala komponen yang ada di dalamnya baik komponen yang berupa makhluk hidup, makhluk tak hidup, dan daya serta manusia dengan segala perilakunya, yang saling berhubungan secara timbal balik, jika ada perubahan salah satu komponen maka akan mempengaruhi komponen yang lainnya.
Pendidikan adalah serangkaian pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang, menurut UU SPN No.20 tahun 2003 “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara”.
Jadi, pendidikan lingkungan hidup adalah suatu susunan rencana pembelajaran yang bertujuan untuk mempelajari segala sesuatu mengenai tatanan yang melingkupi makluk hidup serta mempelajari keterkaitannya dengan komponen yang berada disekitarnya baik komponen hayati, maupun komponen non hayati, yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pemeliharaan lingkungan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 6.525.170.264 jiwa, bumi saat ini sedang menghadapi berbgai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, menipisnya sumber daya alam, perubahan iklim global kepunahan flora dan fauna , kerusakan habitat alam serta peningkatan polusi dan kemiskina
Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan lingkungan maka perlu dikembangkan pendidikan lingkungan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan  hidup.

  B. Rumusan masalah
1.      Apa saja ruang lingkup pendidikan ilmu lingkungan ?
2.      Apa latar belakang pendidikan ilmu lingkungan ?
3.      Bagaimana prinsip pendidikan ilmu lingkungan ?
4.      Apa tujuan pendidikan ilmu lingkungan ?
5.      Apa saja manfaat pendidikan ilmu lingkungan ?
6.       Masalah-masalah apa saja yang dihadapi dalam penerapan pendidikan ilmu lingkungan ?

 C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui  ruang lingkup pendidikan ilmu lingkungan
2.      Untuk mengetahui latar belakang pendidikan ilmu lingkungan
3.      Untuk mengetahui prinsip pendidikan ilmu lingkungan
4.      Untuk mengetahui tujuan dan manfaat pendidikan ilmu lingkungan
5.      Untuk mengetahui permasalahan dalam penerapan pendidikan ilmu ingkungan












BAB III
KESIMPULAN

    Pendidikan  lingkungan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membentuk perilaku , nilai dan kebiasaan untuk menghargai lingkungan hidup. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu proses. Proses yang dimaksud dalam hal ini adalah pengalaman bagi siswa untuk bersentuhan langsung dengan lingkungan. Dalam hal ini diharapkan dengan atmosfir lingkungan yang selalu dialami menjadikan suatu proses pembiasaan yang dapat memunculkan nilai, pandangan dan kebiasaan serta perilaku untuk memelihara lingkungan
         Pendidikan lingkungan hidup selama ini belum secara optimum menyentuh pendidikan formal yaitu lembaga sekolah.padahal dari segi waktu hamper sebagian aktifitas anak dihabiskan di lembaga yaitu sekolah. Apabila pendidikan lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam lembaga sekolah yang diharapkan merupakan mekanisme yang optimum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian bagi kalangan pelajar.
              Pendidikan lingkungan hidup ini, diharapkan akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.











DAFTAR PUSTAKA

Amir, Ahsin. (1980). Menggalakan kegiatan beljara yang bertolak dari pengalaman murid-murid. Jakarta : Proyek pengembangan Pendidikan Guru Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ngalim Purwanto, M. Dkk. (1985). Prinsip dan tekhnik Pengajaran. Bandung : Ramadja Karya.
Sudirman, Dkk. (1991). Ilmu Pendidikan . Bandung : Remaja Rosdakarya.
Wahidin. 2009. Ruang Lingkup dan Pendekatan Ilmu Lingkungan. http://www.makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009. download 11 Nopember 2009.




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Lingkungan berarti suatu tatanan ruang yang melingkupi makhluk hidup. Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala komponen yang ada di dalamnya baik komponen yang berupa makhluk hidup, makhluk tak hidup, dan daya serta manusia dengan segala perilakunya, yang saling berhubungan secara timbal balik, jika ada perubahan salah satu komponen maka akan mempengaruhi komponen yang lainnya.
Pendidikan adalah serangkaian pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang, menurut UU SPN No.20 tahun 2003 “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara”.
Jadi, pendidikan lingkungan hidup adalah suatu susunan rencana pembelajaran yang bertujuan untuk mempelajari segala sesuatu mengenai tatanan yang melingkupi makluk hidup serta mempelajari keterkaitannya dengan komponen yang berada disekitarnya baik komponen hayati, maupun komponen non hayati, yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pemeliharaan lingkungan.

B.     Latar Belakang Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Pendidikan Ilmu lingkungan di tingkat perguruan tinggi, atau Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah dasar dan sekolah menengah merupakan mata pelajaran yang baru masuk dalam kurikulum di sekolah maupun di perguruan tinggi sebagai mata pelajaran mandiri, memisah dari mata pelajaran yang lain.
Sebelumnya, pendidikan ilmu lingkungan hanya merupakan sebagian kecil pembahasan yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sedangkan di perguruan tinggi diasanya merupakan bagian dari mata kuliah Ekologi.
Tapi, belakangan ini, kerusakan lingkungan yang terjadi secara global dan menyelruh hamper di seluruh dunia, mengakibatkan adanya kebijaksanaan yang mengharuskan adanya suatu mata pelajaran khusus untuk membahas dan mempelajari tentang lingkungan, peranannya, serta implikasinya terhadap segala perbuatan yang dilkukan manusia terhadap alam, yang akibatnya akan kembali dirasakan oleh manusia.
Belakangan ini, degradasi penurunan kualitas lingkungan semakin memprihatinkan. Bencana terjadi dimana-mana karena banyaknya komponen dalam lingkungan yang telah rusak akibat ulah manusia. Sementara itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sangat sedikit. Hamper disetiap sungai yang mengalir tersumbat oleh sampah-sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai. Masyarakat tak pernah memperhatikan dampak kerusakan yang dapat terjadi.
Jika perilaku manusia yang terus menerus merusak lingkungan tidak dihentikan, maka dampak negative yang lebih besar akan segera dirasakan oleh manusia juga, seperti yang terjadi belakangan ini, efek rumah kaca telah mengakibatkan pemanasan global, terjadinya hujan asam, dll.
Untuk merubah paradigma masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan secara instant, karena kita harus menumbuhkan pemikiran yang mendasar mengenai pentingnya sikap perduli lingkungan.
Setlah melakukan beberapa penelitian mengenai hal ini, para pakar kurikulum memutuskan untuk adanya mata pelajaran lingkungan. Yayasan IDEP telah merumuskan dan mengembangkan garis besar kurikulum yang menyangkut tentang ilmu lingkungan serta aplikasinya di masyarakat. Karena sangat sulit untuk merubah perilaku orang dewasa, maka dengan diadakannya pendidikan ilmu lingkungan disekolah-sekolah dasar dan sekolah menengah dapat menumbuhkan pemahaman pada diri siswa tentang pentingnya perduli terhadap lingkungan hidup. Dengan tumbuhnya pemahaman seperti itu, sedikit-demi sedikit roda perubahan akan keperdulian terhadap lingkungan hidup akan segera teratasi.

C.     Ruang Lingkup Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Ilmu lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan dan segala komponen yang ada di dalamnya dan saling berkaitan. Ruang lingkup pendidikan ilmu lingkungan adalah segala aspek yang berada di dalam lingkungan tersebut serta memiliki kaitan yang erat, baik itu masyarakat, komponen abiotik, maupun perilaku manusia yang berdampak pada kerusakan lingkungan yang terjadi.
Ruang lingkup ilmu lingkungan sangatlah luas, karena hamper menyangkut seluruh aspek kehidupan, baik itu aspek social, ekonomi, agama, maupun kemasyarakatan.

D.    Prinsip-prinsip Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Dalam melaksanakan pendidikan ilmu lingkungan agar mencapai tujuan pendidikan ilmu lingkungan, yaitu untuk menciptakan manusia yang bisa memiliki rasa keperdulian terhadap kelestarian lingkungan. Ada beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan lingkungan, diantaranya adalah :
1.      Harus mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas — alami dan buatan, bersifat teknologi dan sosial (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, estetika);
2.      Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal;
3.      Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner, dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang.
4.      Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain;
5.      Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial, dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya;
6.      Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan;
7.      Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;
8.      Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;
9.      Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;
10.  Membantu peserta didik untuk menemukan (discover) gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;
11.  Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.
12.  Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience).

E.     Tujuan Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Adanya pendidikan ilmu lingkungan yang diberikan kepada peserta didik ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang bertanggung jawab atas alam disekitarnya, dan terciptanya pembangunan yang berkelanjutan tanpa harus merusak alam dan lingkungan disekitarnya.
Selain itu, pendidikan lingkungan hidup ini, diharapkan akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.

F.      Manfaat Pendidikan Ilmu Lingkungan.
1.      Memberikan pengetahuan yang lebih kepada peserta didik tentang lingkungan hidup, serta komponen-komponen di dalamnya yang saling mempengaruhi dan saling berkaitan.
2.      Memberikan pemahaman kepada para peserta didik akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.
3.      Memberikan gambaran yang nyata akan segala dampak yang terjadi akibat kerusakan lingkungan yang seringkali dilakukan oleh manusia serta kaitannya dengan segala sesuatu yang menimpa manusia itu sendiri.
4.      Membuat peserta didik lebih bertanggung jawab atas segala sikapnya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup disekitarnya.

G.    Permasalahan Pelaksanaan Pendidikan Ilmu Lingkungan.
Ada beberapa permasalahan yang sering kali dihadapi dalam melaksanakan pendidikan ilmu lingkungan, beberapa masalah yang sering kali muncul adalah sebagai berikut :
1.      Kurangnya kerjasama masyarakat dalam mewujudkan terlaksana dan suksesnya program pendidikan ilmu lingkungan.
2.      kurangnya implemensati yang dilakukan oleh tenaga pengajar dalam mewujudkan materi ilmu lingkungan tersebut. Biasanya pendidik hanya memberikan teori-teori dan teori tanpa adanya praktek nyata yang dilakukan oleh siswa.



























makalah model pembelajaran


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dan Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas terselesaikannya makalah model pembelajaran advance organizer ini. Tanpa ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil makalah ini dapat dirampungkan.
        Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu. Advance Organizer memiliki dua bentuk pembelajaran, yaitu expository advance organizer dan comparative advance organizer. Model Pembelajaran Advance Organizer ini memiliki tujuan yaitu untuk memperkuat struktur kognitif dan menambah daya ingat informasi baru.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah model pembelajaran biologi. Besar harapan kami bahwa makalah ini dapat digunakan oleh semua mahasiswa sebagai penunjang dalam mempelajari mata kuliah ini.
Rasa terimakasih juga tak lupa kami ucapkan kepada  Ibu Kartimi M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak pengetahuan. Serta rasa terimakasih kami ucapkan kepada rekan-rekan yang telah membantu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Akhirnya sesuai dengan kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak “, kami mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca. Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allah-lah yang punya dan maha kuasa.

Cirebon,  Desember 2009


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
            Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari system pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu. Advance Organizer memiliki dua bentuk pembelajaran, yaitu expository advance organizer dan comparative advance organizer.
Model pembelajaran Advance Organizer ini dikembangkan oleh David Ausubel, menurut David Ausubel model pembelajaran inin merupakan model belajar bermakna. Menurut David Ausubel model pembelajaran Advance Organizer yaitu: Cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajar. Setiap pengetahuan (ilmu) mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam ilmu itu.
Tujuan model pembelajaran Advance Organizer ini adalah untuk memperkuat steruktur kognitif dan menambah daya ingat informasi baru.
B. Rumusan masalah
  1. Apa tujuan dari Model Pembelajaran Advance Organizer ?
  2. Bagaimana Langkah-Langkah Model Pembelajaran Advance Organizer ?
  3. Bagaimana kelemahan dan kelebihan dari Model Pembelajaran Advance Organizer?         
C. Tujuan
  1. Untuk dapat mengetahui tujuan dari Model Pembelajaran Advance Organizer
  2. Untuk mengetahui Langkah-Langkah Model Pembelajaran Advance Organizer
  3. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan  kelemahan dan kelebihan dari Model Pembelajaran Advance Organizer
BAB II
MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER

A. Pengertian Advance Organizer
         Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu.
         Model pembelajaran Advance Organizer ini dikembangkan oleh David Ausubel, menurut David Ausubel model pembelajaran inin merupakan model belajar bermakna.
Menurut David Ausubel model pembelajaran Advance Organizer yaitu:
  • Cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajar.
  • Setiap pengetahuan (ilmu) mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari system pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam ilmu itu.
Tujuan model pembelajaran Advance Organizer ini adalah untuk memperkuat struktur kognitif dan menambah daya ingat informasi baru.
B. Teknik Pelaksanaan Model Pembelajaran Advance Organizer
Pada model Pembelajaran Advance Organizer, teknik pelaksanaannya pertama-
tama guru menyajikan kerangka konsep yang umum dan menyeluruh untuk kemudian dilanjutkan dengan penyajian informasi yang lebih spesifik.
Kerangka umum (organizer) tersebut berfungsi sebgai penyusun yang mengorganisasikan semua informasi beriktnya yang akan diasimilasikan oleh siswa, sehingga siswa dapat menjelaskan, mengintegrasikan dan menghubungkan materi dengan materi yang telah dimiliki sebelumnya.



C. Bentuk Model Pembelajaran Advance Organizer
    1. Expository Advance Organizer
·         Dirancang jika akan menjelaskan suatu gagasan umum yang memiliki beberapa bagian yang saling berhubungan.
·         Tujuan : membantu memperluas pemahaman konsep bagi siswa
·         Contoh
Jika kita akan menjelaskan tentang perubahan bentuk energi, maka kita terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang berbagai macam bentuk energi.
     2. Comparative Advance Organizer
·         Dirancang untuk mengintegrasikan konsep baru dengan konsep lama yang telah dimiliki siswa dalam struktur kognitifnya.
·         Tujuan : mempertajam dan memperluas pemahaman konsep
·         Contoh
·         Konsep perkalian berhubungan dengan dengan konsep pembagian. Jika kita ingin menjelaskan konsep pembagian, melalui pemahaman tehadap perbandingan antara konsep perkalian (konsep lama) dengan pembagian (konsep baru) maka siswa akan mengintegrasikan konsep baru tersebut.
D. Langkah-langkah Model Pembelajaran Advance Organizer
·         Fase 1 : Penyajian Advance Organizer
Hal-hal yang dilakukan yaitu :
o   Mengklarifikasi tujuan pengajaran
Dimaksudkan untuk membangun perhatian peserta didik dan menuntun mereka pada tujuan pembelajaran dimana keduanya merupakan hal penting untuk membantu terciptanya belajar bermakna.                                                     
o   Menyajikan Organizer
a.       Mengidentifikasi atribut
b.      Memberi contoh-contoh
c.       Menyediakan / mengatur suasana / konteks
d.      Mengulangi
Dalam menyajikan organizer ini, penyajiannya yaitu pertama guru menyajikan kerangka konsep yang umum dan menyeluruh terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan penyajian informasi yang lebih spesifik. Gambaran konsep / proposisi yang utama harus dikemukakan secara jelas dan hati-hati sehingga siswa mau melakukan eksplorasi baik berupa tanggapan maupun mengajukan contoh-contoh.
o   Memancing dan mendorong pengetahuan dan pengalaman dari siswa. Pada bagian ini siswa harus berperan aktif dalam bentuk memberikan respon terhadap presentasi organisasi yang telah diberikan oleh guru.                                                                
·         Fase 2 : Penyajian Bahan Pelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
o   Membuat organisasi secara tegas
o   Membuat urutan bahan pelajaran secara logis dan eksplisit
o   Memelihara suasana agar siswa penuh perhatian
o   Menyajikan bahan
Fase kedua ini dapat dikembangkan dalam bentuk diskusi, ekspository, siswa dapat memperhatikan gambar-gambar, melakukan percobaan atau membaca teks yang masing-masing diarahkan pada tujuan pengajaran yang di tunjukkan pada lanhkah pertama.
Pengembangan struktur hierarki dalam PBM dapat dilakukan dengan cara :
a.       Defernsiasi progresif
Deferensiasi progresif merupakan suatu prose mengarahkan masalah pokok menjadi bagian-bagian yang lebih rinci dan khusus. Guru dalam mengajarkan konsep-konsep dari yang paling inklusif kemudian konsep yang kurang inklusif setelah itu baru yang khusus seperti contoh-contoh.
b.      Rekonsiliasi integrative
Pengetahuan baru yang harus dihubungkan dengan isi materi pelajaran yang sebelumnya. Penyesuaian ini berguna untuk mengatasi atau mengurangi pertentangan kognitif.

·         Fase 3 : Penguatan Organisasi Kognitif
Fase ketiga ini bertujuan untuk mengaitkan materi belajar yang baru dengan struktur kognitif siswa.
Ausubel mengidentifikasi menjadi empat aktifasi yaitu :
o   Menggunakan prinsip-prinsip rekonsiliasi integrative
Aktifasi ini dikembangkan melalui :
a.       Mengingatkan siswa tentang gambaran menyeluruh gagasan
b.      Menanyakan ringkasan dari atribut materi pelajaran yang baru
c.       Mengulangi definisi secara tepat
d.      Menanyakan perbedaan aspek-aspek yang terdapat dalam materi
e.       Menanyakan bagaimana materi pelajaran mendukung konsep atau proposisi yang baru digunakan.                                                                              
o   Meningkatkan kegiatan belajar (belajar menerima)
Dapat dilakukan dengan cara :
a.       Siswa menggambarkan materi baru dengan menghubungkannya     melalui salah satu aspek pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya
b.      Siswa memberi contoh-contoh terhadap konsep yang berhubungan dengan materi
c.       Siswa menceritakan kembali dengan menggunakan kerangka referensi yang sebelumnya
d.      Siswa menghubungkan materi dengan pengalaman atau pengetahuan yang dimilikinya                        
o   Meningkatkan pendekatan kritis tentang pokok bahasan
Dilakukan dengan menanyakan kepada siswa tentang asumsi atau pendapatnya yang berhubungan dengan materi pelajaran. Guru memberikan pertimbangan dan tantangan terhadap pendapat tersebut dan menyatukan kontradiksi apabila terjadi silang pendapat.
o   Mengklarifikasikan
Guru dapat melakukan klarifikasi dengan cara memberikan tambahan informasi baru atau mengaplikasikan gagasan kedalam situasi baru atau contoh yang lain.
E. Kelemahan dan Kelebihan Model Pembelajaran Advance Organizer
            Seperti model pembelajaran yang lain, model pembelajaran advance organizer juga memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahan model pembelajaran advance organizer yaitu diantaranya : memakan waktu yang lama, tidak semua model pembelajaran dapat digabungkan denga advance organizer. Sedangkan kelebihan model pembelajaran ini yaitu dapat membantu pemahaman siswa, membantu mempertajam daya ingat siswa.
















BAB III
KESIMPULAN

Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran. Advance Organizer memiliki dua bentuk pembelajaran, yaitu expository advance organizer dan comparative advance organizer.
Model pembelajaran Advance Organizer ini dikembangkan oleh David Ausubel, menurut David Ausubel model pembelajaran inin merupakan model belajar bermakna. Tujuan model pembelajaran Advance Organizer ini adalah untuk memperkuat struktur kognitif dan menambah daya ingat informasi baru.



























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran            : Biologi
Satuan Pendidikan      : SMP / MTs
Kelas / Semester          : VII / I
Pertemuan ke              : 11 dan 12
Alokasi waktu             : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi
            Siswa dapat memahami hakikat biologi sebagai ilmu, menemukan obyek dan ragam persoalan dari berbagai tingkat organisasi kehidupan yang ada dilingkungan sekitar.
Kompetensi Dasar
            Siswa dapat mengamati dan melaporkan hasil pengamatannya untuk memahami ciri-ciri kelompok tumbuhan biji dan mampu menerapkannya untuk mengenal tumbuhan disekitarnya.
Indikator Kompetensi
·         Siswa dapat menjelaskan bagian dan fungsi bagian-bagian bunga yang merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan biji.
·         Siswa dapat membedakan tumbuhan biji terbuka dengan tumbuhan biji tertutup.
·         Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri tmbuhan terbuka.
·         Siswa dapat menyebutkan satu contoh tumbuhan berbiji terbuka dan memberi alasannya.
·         Siswa dapat menyebutkan manfaat beberapa tumbuhan berbiji terbuka bagi kehidupan manusia.
·         Siswa dapat melakukan percobaan untuk mengetahui perkecambahan dan bentuk luar tumbuhan berkeping dua.
·         Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri tumbuhan berkeping dua.
·         Siswa dapat mengelompokan tumbuhan berkeping dua berdasarkan ciri-cirinya.
·         Siswa dapat memberikan contoh tumbuhan berkeping dua yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
·         Siswa dapat melakukan percobaan untuk mengetahui perkecambahan dan bentuk luar tumbuhan berkeping satu.
·         Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri tumbuhan berkeping satu.
·         Siswa dapat memberikan contoh tumbuhan berkeping satu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
·         Siswa dapat membedakan tumbuhan berkeping satu dengan tumbuhan berkeping dua.
Materi Standar
·         Tumbuhan biji (spermatophyta)
·         Tumbuhan biji umumnya berkembangbiak dengan biji dan mencakup beberapa kelompok yang masing-masing mempunyai ciri khas.
·         Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan gymnospermae (biji terbuka) dan tumbuhan angiospermae (biji tertutup).
Model Pembelajaran
Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu.
Metode Pembelajaran
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Pengamatan
Kegiatan Pembelajaran
·         Fase 1 : Penyajian Advance Organizer
Hal-hal yang dilakukan yaitu :
o   Mengklarifikasi tujuan pengajaran
o   Menyajikan Organizer.
o   Memancing dan mendorong pengetahuan dan pengalaman dari siswa.                                                                
·         Fase 2 : Penyajian Bahan Pelajaran
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
o   Membuat organisasi secara tegas
o   Membuat urutan bahan pelajaran secara logis dan eksplisit
o   Memelihara suasana agar siswa penuh perhatian
o   Menyajikan bahan
·         Fase 3 : Penguatan Organisasi Kognitif
Ausubel mengidentifikasi menjadi empat aktifasi yaitu :
o   Menggunakan prinsip-prinsip rekonsiliasi integrative
o   Meningkatkan kegiatan belajar (belajar menerima)                    
o   Meningkatkan pendekatan kritis tentang pokok bahasan.
o   Mengklarifikasikan
Sumber Belajar
·         Tumbuhan disekitar sekolah dan rumah
·         Buku paket biologi
·         LKS biologi
·         Artikel-artikel yang terkait
Evaluasi
  • Penilaian proses
  • Tes lisan
  • Portofolio



        Mengetahui                                                                                Guru Kelas
     Kepala Sekolah

Nurkhanah S.Pd, M.Pd                                                              Ade Kurniasih S.Pd            




SILABUS

Mata Pelajaran            : Biologi
Satuan Pendidikan      : SMP / MTs
Kelas / Semester          : VII / I
Pertemuan ke              : 11 dan 12
Alokasi waktu             : 2 x 40 menit

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Kompetensi
Materi Standar
Standar Proses (KBM)
Standar Penilaian
Siswa dapat memahami hakikat biologi sebagai ilmu, menemukan obyek dan ragam persoalan dari berbagai tingkat organisasi kehidupan yang ada dilingkungan sekitar.

Siswa dapat mengamati dan melaporkan hasil pengamatannya untuk memahami ciri-ciri kelompok tumbuhan biji dan mampu menerapkannya untuk mengenal tumbuhan disekitarnya.


Tumbuhan berbiji (spermatoph
Ceramah
Tanya jawab
Pengamatan

Penilaian proses
Tes lisan
Portofolio